This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Photobucket

Minggu, 18 Maret 2012

Banyak faktor yang harus dipertimbangkan jika teman semua ingin membeli bass, sound sistem ( sound system ) dan membeli alat - alat musik lainnya :

Read more at: http://danahauses.blogspot.com/2011/10/tips-membeli-alat-musik-dan-gitar-bass.html
Copyright danahauses.blogspot.com
Banyak faktor yang harus dipertimbangkan jika teman semua ingin membeli bass, sound sistem ( sound system ) dan membeli alat - alat musik lainnya :

Read more at: http://danahauses.blogspot.com/2011/10/tips-membeli-alat-musik-dan-gitar-bass.html
Copyright danahauses.blogspot.com

Tips Membeli Alat Musik Dan Gitar Bass Share Banyak faktor yang harus dipertimbangkan jika teman semua ingin membeli bass, sound sistem ( sound system ) dan membeli alat - alat musik lainnya : Bagi teman yang tidak budget oriented alias unlimited budget, maka pilihan yang tersedia tidak terbatas dari yang harga 10 juta rupiah sampai lebih dari 25 juta....tinggal dateng ke toko alat musik, tunjuk, bawa pulang deh...(enak banget) Tapi bagi yang sangat budget oriented (termasuk saya), tidak perlu berkecil hati, pilihannya masih tetap ada, meski tidak sebanyak teman kita yang beruntung punya unlimited budget untuk membeli alat musik /gitar bass. 1. Tune machine Mungkin teman agak kurang ngeh dengan yang namanya tune machine. Itu loh di bagian kepala bass, tempat senar dipasang. Nah yang saya tau yang cukup bagus adalah merek Gotoh...cuma vsayangnya biasa di pake di bass yang high end gitu deh. Tune machine yang bagus ga boleh terlalu keras atau juga sebaliknya (yang sedang-sedang saja...kaek lagu dangdut). 2. Neck Kalo teman mau beli bass, bagian ini terpenting untuk di cek. Apakah ada truss rod nya atau ga, lurus apa sudah sedikit bengkok dsb. Umumnya kalo neck terbuat dari kayu, bisa dipastikan truss rodnya ada. Truss rod ini gunanya untuk meluruskan neck yang mulai ga lurus karena pengaruh banyak hal, misalnya cuaca. Tapi kalo neck dari bahan selain kayu biasanya si truss rod ini ga ada (beberapa bass Status misalnya). Truss rod biasanya ada di atas di bagian head (deket nut) atau di deket neck pick up. Kalo ada bass yang teman suka, tapi bagian necknya sudah ga lurus, mending jangan dibeli, karena akan muncul banyak masalah nantinya. 3. Wood Ga ada hukum pastinya bahwa sebuah bass dari kayu tertentu akan punya sound lebih asik ketimbang kayu lainnya atau malah bahan yang non kayu. Badan bass umunya dibuat dari kayu mahoni, walnut, maple dsb. Neck juga begitu ada yang dari maple, rosewood maupun wenge. Kayu wenge adalah tipikal kayu yang paling keras at least tahan terhadap perubahan cuaca seperti di Indonesia. 4. Electronics Electronics dalam sebuah bass bisa dibagi atas 2 : Pertama, Pick up (neck & bridge pick up); Kedua, tone control / control cavity (volume, treble, bass, dsb). Pick up yang bagus tidak menghasilkan desis terlalu banyak. Pick up banyak pilihannya mulai dari Seymour Duncan yang soft, EMG, Di Marzio (agak sedikit macamnya untuk bass), Bartolini. Dari pengalaman pribadi, saya pake Alembic Epic Series dengan pick up MXY Hum Cancelling (Hum nya bener-bener ter "cancel"...hehehe...alias no noise at all). Bagian kedua adalah tone control. Di bawah tone control banyak terdapat komponen elektronik. Tapi yang terpenting adalah back cover atau penutup control cavity ini harus dilapisi baik oleh cat khusus ataupun sejenis alumunium foil. Ini gunanya untuk meminimize 60Hz hum (kata buku seh...) 5. Bridge Ada banyak tipe bridge, tapi kalo saya prefer yang mudah pada saat melakukan ganti senar. Artinya, senar tidak perlu dimasukan ke lubang (biasanya Fender yang pake) dari bawah. Seperti Alembic maupun Ibanez SDGR saya. Mereka pake bridge yang memudahkan tanpa harus memasukkan ujung senar dari bawah. Ini sangat membantu kalo teman pas mo ganti senar. BT banget kalo harus masukin ke lubang satu persatu...apalagi kalo senar bekas yang udah nge gulung-gulung ga karuan ujungnya...mati deh 6. Overall weight Berat keseluruhan juga harus diperhitungkan. Kalo teman mau pake untuk recording, maka berat tidak terlalu jadi soal, tapi kalo teman mo beli bass untuk perform on stage, lebih baik pilih yang tidak terlalu berat. Biasanya bass dengan sambungan antara neck dengan body menggunakan baut biasa itu lebih ringan daripada yang tanpa baut. Contoh Alembic saya join antara neck dengan body tidak menggunakan baut. Jadi hanya di lem...tentu aja ini menambah berat keseluruhan. Alhasil kalo on stage saya ga pernah pake bass ini karena beratnya minta ampun. Tapi kalo buat recording, dia rajanya. Sebaliknya Ibanez saya lebih ringan jadi saya gunakan dia untuk perform on stage. mintalah pendapat pada para ahli gitar atau sound audio atau juga kunjungilah galeri -galeri musik atau juga jasa sewa / penyewaan alat musik yang sudah proffesional seperti studio rekaman ternama, karena mereka lebih berpengalaman. hal ini berguna agar anda tidak tertipu dengan penjual alat musik.silakan klik kalimat berikut untuk mengetahui tips selanjutnya pencahayaan, alat musik, toko alat musikdan sound system. http://yahooindo.com/vb/bass/tips-membeli-bass/1787

Read more at: http://danahauses.blogspot.com/2011/10/tips-membeli-alat-musik-dan-gitar-bass.html
Copyright danahauses.blogspot.com

memilih bass yg baik

Tips Membeli Alat Musik Dan Gitar Bass Share Banyak faktor yang harus dipertimbangkan jika teman semua ingin membeli bass, sound sistem ( sound system ) dan membeli alat - alat musik lainnya : Bagi teman yang tidak budget oriented alias unlimited budget, maka pilihan yang tersedia tidak terbatas dari yang harga 10 juta rupiah sampai lebih dari 25 juta....tinggal dateng ke toko alat musik, tunjuk, bawa pulang deh...(enak banget) Tapi bagi yang sangat budget oriented (termasuk saya), tidak perlu berkecil hati, pilihannya masih tetap ada, meski tidak sebanyak teman kita yang beruntung punya unlimited budget untuk membeli alat musik /gitar bass. 1. Tune machine Mungkin teman agak kurang ngeh dengan yang namanya tune machine. Itu loh di bagian kepala bass, tempat senar dipasang. Nah yang saya tau yang cukup bagus adalah merek Gotoh...cuma vsayangnya biasa di pake di bass yang high end gitu deh. Tune machine yang bagus ga boleh terlalu keras atau juga sebaliknya (yang sedang-sedang saja...kaek lagu dangdut). 2. Neck Kalo teman mau beli bass, bagian ini terpenting untuk di cek. Apakah ada truss rod nya atau ga, lurus apa sudah sedikit bengkok dsb. Umumnya kalo neck terbuat dari kayu, bisa dipastikan truss rodnya ada. Truss rod ini gunanya untuk meluruskan neck yang mulai ga lurus karena pengaruh banyak hal, misalnya cuaca. Tapi kalo neck dari bahan selain kayu biasanya si truss rod ini ga ada (beberapa bass Status misalnya). Truss rod biasanya ada di atas di bagian head (deket nut) atau di deket neck pick up. Kalo ada bass yang teman suka, tapi bagian necknya sudah ga lurus, mending jangan dibeli, karena akan muncul banyak masalah nantinya. 3. Wood Ga ada hukum pastinya bahwa sebuah bass dari kayu tertentu akan punya sound lebih asik ketimbang kayu lainnya atau malah bahan yang non kayu. Badan bass umunya dibuat dari kayu mahoni, walnut, maple dsb. Neck juga begitu ada yang dari maple, rosewood maupun wenge. Kayu wenge adalah tipikal kayu yang paling keras at least tahan terhadap perubahan cuaca seperti di Indonesia. 4. Electronics Electronics dalam sebuah bass bisa dibagi atas 2 : Pertama, Pick up (neck & bridge pick up); Kedua, tone control / control cavity (volume, treble, bass, dsb). Pick up yang bagus tidak menghasilkan desis terlalu banyak. Pick up banyak pilihannya mulai dari Seymour Duncan yang soft, EMG, Di Marzio (agak sedikit macamnya untuk bass), Bartolini. Dari pengalaman pribadi, saya pake Alembic Epic Series dengan pick up MXY Hum Cancelling (Hum nya bener-bener ter "cancel"...hehehe...alias no noise at all). Bagian kedua adalah tone control. Di bawah tone control banyak terdapat komponen elektronik. Tapi yang terpenting adalah back cover atau penutup control cavity ini harus dilapisi baik oleh cat khusus ataupun sejenis alumunium foil. Ini gunanya untuk meminimize 60Hz hum (kata buku seh...) 5. Bridge Ada banyak tipe bridge, tapi kalo saya prefer yang mudah pada saat melakukan ganti senar. Artinya, senar tidak perlu dimasukan ke lubang (biasanya Fender yang pake) dari bawah. Seperti Alembic maupun Ibanez SDGR saya. Mereka pake bridge yang memudahkan tanpa harus memasukkan ujung senar dari bawah. Ini sangat membantu kalo teman pas mo ganti senar. BT banget kalo harus masukin ke lubang satu persatu...apalagi kalo senar bekas yang udah nge gulung-gulung ga karuan ujungnya...mati deh 6. Overall weight Berat keseluruhan juga harus diperhitungkan. Kalo teman mau pake untuk recording, maka berat tidak terlalu jadi soal, tapi kalo teman mo beli bass untuk perform on stage, lebih baik pilih yang tidak terlalu berat. Biasanya bass dengan sambungan antara neck dengan body menggunakan baut biasa itu lebih ringan daripada yang tanpa baut. Contoh Alembic saya join antara neck dengan body tidak menggunakan baut. Jadi hanya di lem...tentu aja ini menambah berat keseluruhan. Alhasil kalo on stage saya ga pernah pake bass ini karena beratnya minta ampun. Tapi kalo buat recording, dia rajanya. Sebaliknya Ibanez saya lebih ringan jadi saya gunakan dia untuk perform on stage. mintalah pendapat pada para ahli gitar atau sound audio atau juga kunjungilah galeri -galeri musik atau juga jasa sewa / penyewaan alat musik yang sudah proffesional seperti studio rekaman ternama, karena mereka lebih berpengalaman. hal ini berguna agar anda tidak tertipu dengan penjual alat musik.silakan klik kalimat berikut untuk mengetahui tips selanjutnya pencahayaan, alat musik, toko alat musikdan sound system. http://yahooindo.com/vb/bass/tips-membeli-bass/1787

Read more at: http://danahauses.blogspot.com/2011/10/tips-membeli-alat-musik-dan-gitar-bass.html
Copyright danahauses.blogspot.com
Tips Membeli Alat Musik Dan Gitar Bass Share Banyak faktor yang harus dipertimbangkan jika teman semua ingin membeli bass, sound sistem ( sound system ) dan membeli alat - alat musik lainnya : Bagi teman yang tidak budget oriented alias unlimited budget, maka pilihan yang tersedia tidak terbatas dari yang harga 10 juta rupiah sampai lebih dari 25 juta....tinggal dateng ke toko alat musik, tunjuk, bawa pulang deh...(enak banget) Tapi bagi yang sangat budget oriented (termasuk saya), tidak perlu berkecil hati, pilihannya masih tetap ada, meski tidak sebanyak teman kita yang beruntung punya unlimited budget untuk membeli alat musik /gitar bass. 1. Tune machine Mungkin teman agak kurang ngeh dengan yang namanya tune machine. Itu loh di bagian kepala bass, tempat senar dipasang. Nah yang saya tau yang cukup bagus adalah merek Gotoh...cuma vsayangnya biasa di pake di bass yang high end gitu deh. Tune machine yang bagus ga boleh terlalu keras atau juga sebaliknya (yang sedang-sedang saja...kaek lagu dangdut). 2. Neck Kalo teman mau beli bass, bagian ini terpenting untuk di cek. Apakah ada truss rod nya atau ga, lurus apa sudah sedikit bengkok dsb. Umumnya kalo neck terbuat dari kayu, bisa dipastikan truss rodnya ada. Truss rod ini gunanya untuk meluruskan neck yang mulai ga lurus karena pengaruh banyak hal, misalnya cuaca. Tapi kalo neck dari bahan selain kayu biasanya si truss rod ini ga ada (beberapa bass Status misalnya). Truss rod biasanya ada di atas di bagian head (deket nut) atau di deket neck pick up. Kalo ada bass yang teman suka, tapi bagian necknya sudah ga lurus, mending jangan dibeli, karena akan muncul banyak masalah nantinya. 3. Wood Ga ada hukum pastinya bahwa sebuah bass dari kayu tertentu akan punya sound lebih asik ketimbang kayu lainnya atau malah bahan yang non kayu. Badan bass umunya dibuat dari kayu mahoni, walnut, maple dsb. Neck juga begitu ada yang dari maple, rosewood maupun wenge. Kayu wenge adalah tipikal kayu yang paling keras at least tahan terhadap perubahan cuaca seperti di Indonesia. 4. Electronics Electronics dalam sebuah bass bisa dibagi atas 2 : Pertama, Pick up (neck & bridge pick up); Kedua, tone control / control cavity (volume, treble, bass, dsb). Pick up yang bagus tidak menghasilkan desis terlalu banyak. Pick up banyak pilihannya mulai dari Seymour Duncan yang soft, EMG, Di Marzio (agak sedikit macamnya untuk bass), Bartolini. Dari pengalaman pribadi, saya pake Alembic Epic Series dengan pick up MXY Hum Cancelling (Hum nya bener-bener ter "cancel"...hehehe...alias no noise at all). Bagian kedua adalah tone control. Di bawah tone control banyak terdapat komponen elektronik. Tapi yang terpenting adalah back cover atau penutup control cavity ini harus dilapisi baik oleh cat khusus ataupun sejenis alumunium foil. Ini gunanya untuk meminimize 60Hz hum (kata buku seh...) 5. Bridge Ada banyak tipe bridge, tapi kalo saya prefer yang mudah pada saat melakukan ganti senar. Artinya, senar tidak perlu dimasukan ke lubang (biasanya Fender yang pake) dari bawah. Seperti Alembic maupun Ibanez SDGR saya. Mereka pake bridge yang memudahkan tanpa harus memasukkan ujung senar dari bawah. Ini sangat membantu kalo teman pas mo ganti senar. BT banget kalo harus masukin ke lubang satu persatu...apalagi kalo senar bekas yang udah nge gulung-gulung ga karuan ujungnya...mati deh 6. Overall weight Berat keseluruhan juga harus diperhitungkan. Kalo teman mau pake untuk recording, maka berat tidak terlalu jadi soal, tapi kalo teman mo beli bass untuk perform on stage, lebih baik pilih yang tidak terlalu berat. Biasanya bass dengan sambungan antara neck dengan body menggunakan baut biasa itu lebih ringan daripada yang tanpa baut. Contoh Alembic saya join antara neck dengan body tidak menggunakan baut. Jadi hanya di lem...tentu aja ini menambah berat keseluruhan. Alhasil kalo on stage saya ga pernah pake bass ini karena beratnya minta ampun. Tapi kalo buat recording, dia rajanya. Sebaliknya Ibanez saya lebih ringan jadi saya gunakan dia untuk perform on stage. mintalah pendapat pada para ahli gitar atau sound audio atau juga kunjungilah galeri -galeri musik atau juga jasa sewa / penyewaan alat musik yang sudah proffesional seperti studio rekaman ternama, karena mereka lebih berpengalaman. hal ini berguna agar anda tidak tertipu dengan penjual alat musik.silakan klik kalimat berikut untuk mengetahui tips selanjutnya pencahayaan, alat musik, toko alat musikdan sound system. http://yahooindo.com/vb/bass/tips-membeli-bass/1787

Read more at: http://danahauses.blogspot.com/2011/10/tips-membeli-alat-musik-dan-gitar-bass.html
Copyright danahauses.blogspot.com

tips memilih alat musik

Tips Memilih Alat Musik Bagi Pemula

Selama ini orang hanya menganggap musik sekedar untuk didengarkan dan menghibur diri. Bermain musik dianggap benar-benar sebagai "permainan" yang tidak serius, lain halnya seperti "matematika" yang dianggap serius. Maka orang sulit memahami bahwa seorang musisi juga mempunyai harapan dan peluang. Harapan itu dituangkan dalam bentuk lagu yang menggambarkan cinta, doa, semangat, perjuangan bahkan pesan-pesan moral kepada orang lain. Harapan itu secara tidak langsung bisa memupuk semangat hidup orang lain. Musisi juga mempunyai peluang di masa depan, bukan hanya sebagai artis (pemain musik) saja. Berbagai profesi yang sebelumnya kurang diminati atau bahkan belum ada, saat ini mulai banyak penggemarnya, seperti DJ, pengisi musik tema dan musik latar suatu film/sinetron, penulis lagu, pemain musik pelengkap (additional player) dalam suatu grup, pengatur tata suara (sound engineering), pengolah suara dalam proses rekaman (sound editor), pengisi musik iklan (jingle), dan sebagainya. Di masa depan akan terbuka lebih banyak lagi peluang bagi seorang musisi untuk mengekspresikan dirinya.
Memilih Alat Musik Bagi Pemula
        Pada dasarnya setiap orang mampu memainkan alat musik, namun perlu diketahui alat musik mana yang paling sesuai dengan kebutuhan masing-masing orang.
       Bagi pemula disarankan memilih alat musik yang standar, maksudnya ada jaminan dari segi kualitas suara produk tersebut. Jika alat musik di bawah standar maka tidak akan menghasilkan suara yang indah. Bukankah tujuan bermain musik adalah untuk menciptakan keindahan melalui bunyi? Bagaimana bisa menghasilkan keindahan kalau alatnya tidak menunjang? Dengan alat yang baik, seseorang akan terlatih mengasah kepekaan perasaannya terhadap kualitas suara. Inilah inti pembelajaran musik yang baik.
      Sebaliknya, jika alat musik tersebut memberikan fasilitas berlebih, biasanya ditujukan untuk pemusik yang telah menggeluti musik sebagai profesinya (profesional), maka alat musik itu telah dilengkapi dengan beragam fasilitas untuk menunjang profesinya. Belajar musik memerlukan proses yang panjang sehingga seorang pemula harus banyak belajar dulu mengenai dasar musikalitas sehingga mampu menggunakan alat yang lebih canggih.
        Keuntungan membeli alat musik yang standar atau khusus bagi pemula, akan memudahkan ia dalam belajar musik karena biasanya pabrik sudah menyiapkan fasilitas untuk menunjang pembelajaran musik. Kedua, seorang pemula akan mudah berlatih musik dengan harga terjangkau. Jadi tidak perlu takut untuk menentukan alat musik yang akan digunakan karena satu alat musik tidak akan pernah mengakomodasikan setiap keinginan pemusik. Bisa dikatakan tidak ada satupun alat musik yang sempurna.
Dalam memilih alat musik, beberapa orang juga masih bingung mengenai perbedaan alat musik akustik dan elektrik. Alat musik akustik adalah alat musik yang menggunakan gerakan mekanis untuk menghasilkan suara, misalnya getaran senar gitar, getaran bibir pemain terompet, getaran membran drum. Alat musik elektrik adalah alat musik yang menggunakan rangkaian elektronika di dalamnya untuk menghasilkan suara. Di sini akan dijelaskan mengenai kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Akustik vs Elektronik
Kelebihan Akustik
-   Suara alami yang tidak bisa ditandingi oleh suara elektronik manapun.
-  Sensitif terhadap emosional manusia untuk menghasilkan bunyi yang berbeda, misalnya pukulan tuts piano keras akan menghasilkan suara keras dan sebaliknya ;  pukulan drum di badan dan tepi simbal akan berbeda suaranya.
Kelemahan Akustik
-   Harga relatif lebih mahal dibandingkan elektronik.
-   Perlu teknik bermain yang baik untuk bisa menghasilkan bunyi yang berkualitas karena alat musik akustik lebih peka terhadap sentuhan emosional.
-   Perawatan sulit, misalnya setem (tuning), kebersihan, pemilihan suku cadang (spare part) yang baik juga cukup sulit.
-  Keterbatasan jenis suara yang dihasilkan, misalnya 1 set drum akustik standar hanya mendapat snare, bass, 3 tom, 1 simbal hi-hat, 1 simbal crash, 1 simbal ride. Padahal drum elektronik dengan harga yang sama sudah mendapat koleksi puluhan jenis suara drum dan perkusi. Jadi dengan memiliki drum elektronik seolah-olah kita memiliki koleksi drum banyak dan mahal.
Kelebihan Elektronik
-   Harga elektronik bisa jauh lebih murah untuk menghasilkan kualitas suara yang sama dengan akustik.
-   Perawatan lebih mudah, tidak perlu menyetem, mencari spare part seperti senar, membran drum, pemanas piano, dsb.
-   Pilihan suara lebih banyak, seperti pada keyboard arranger, kita seolah-olah memiliki koleksi alat musik dan band yang beragam.
-  Praktis, dapat digunakan secara cepat untuk mengiringi perayaan-perayaan seperti ulang tahun/pernikahan. Tidak perlu berlatih dulu dengan banyak orang seperti pada grup yang akan memakan waktu dan tenaga.
-  Tidak perlu teknik yang baik untuk memainkannya, bahkan pada keyboard arranger dengan adanya program MIDI, orang yang tidak bisa memainkan keyboard sama sekali pun kelihatan seolah-olah hebat.
Kelemahan Elektronik
-   Kualitas suara terlalu bersih sehingga tidak terkesan alami seperti akustik.
-  Elektronik cenderung tidak awet, bila ada komponen elektronik yang rusak, sulit untuk ditangani penyebabnya.
-  Kurang peka terhadap sentuhan emosional manusia, seperti pukulan drum pada badan dan tepi simbal akan menghasilkan suara yang berbeda pada akustik. Pada alat musik elektronik tidak bisa, walaupun sudah ada pabrik yang mengeluarkan teknologi yang mendekati hal itu namun beberapa teknik hanya bisa dimainkan pada alat musik akustik.
-  Sampel suara alat musik pada elektronik menghilangkan penjiwaan terhadap musik, misalnya memainkan suara biola pada keyboard kurang terasa emosinya dibanding dengan memainkan biola asli.
 Analog vs Digital
      Seringkali orang belum mengerti perbedaan alat musik elektronik yang menggunakan sistem analog dan digital. Sistem analog adalah sistem yang menggunakan rangkaian elektronika tetapi tidak menggunakan program untuk menghasilkan suara yang tetap. Contohnya adalah keyboard synthesizer Moog, yang berfungsi sebagai pengolah suara dalam suatu grup band. Sistem digital adalah sistem yang menggunakan program untuk menghasilkan suara tertentu. Contohnya adalah keyboard arranger pada umumnya (Yamaha PSR Series, Korg PA Series, Roland E Series). Berikut kelebihan dan kelemahan masing-masing. Kelebihan sistem analog yaitu suara yang dihasilkan tidak terbatas, dengan mengubah-ubah potensio yang menjadi kontrol frekuensi, suara yang dihasilkan akan berbeda. Kelemahannya, sulit dilakukan oleh pemula karena perlu kepekaan terhadap suara yang diinginkan. Sedangkan kelebihan sistem digital yaitu praktis, mudah digunakan karena sampel suara sudah jadi, tinggal disesuaikan sesuai kebutuhan pemain. Kelemahannya, jenis suara tidak bisa diubah sesuai selera karena sudah disediakan tertentu oleh pabrik.
     Semoga informasi di atas dapat sedikit membantu pemahaman kita dalam memilih alat musik yang paling sesuai untuk diri kita. Semoga kita semua mau menghargai musik dengan penuh kecintaan akan musik itu sendiri, sehingga musik akan terus berkembang. (Iwan Sentosa K)

http://www.vennymusicindonesia.com/artikel-musik/umum/tips-memilih-alat-musik-bagi-pemula

memilih drum yang baik

Cara Memilih Drum yang Tepat Guna

Memiliki alat musik drum pribadi mungkin impian bagi seseorang yang menyukai permainan drum. Namun, promosi yang dilakukan artis, distributor, dan toko kadangkala membuat bingung. Kami akan memberikan tips tentang memilih drum yang tepat guna.
  • Sesuaikan dengan jangkauan tangan dan kaki pemain. Jika masih anak-anak atau bertubuh pendek, lebih baik membeli drum junior yang ukurannya lebih kecil daripada drum standar. Mungkin timbul ketakutan, bagaimana kalau anak-anak sudah dewasa dan drumnya tidak terpakai ? Drum yang berkualitas bagus, walaupun kecil namun orang dewasa juga pasti akan senang menggunakannya, maka tidak perlu kuatir jika sudah dewasa drumnya tidak dapat dipakai lagi. Drum berukuran kecil juga praktis dibawa kemana saja, walaupun saat ini belum umum digunakan untuk keperluan pentas. Alat musik yang baik tentu harus bisa menyesuaikan ukuran fisik pemainnya, seperti alat olahraga yaitu raket, sepatu olahraga, baju renang yang harus menyesuaikan atletnya. 
  • Sesuaikan dengan kebutuhan, apakah drum akan dipakai secara pribadi atau umum. Kadang orang berpikir bahwa drum yang dipakai pribadi harus yang terbaik, sedangkan drum untuk umum yang murah saja, padahal tidak selalu harus begitu. Drum yang dipakai pribadi, dapat menyesuaikan dengan karakter musik pemainnya. Drum ada yang cocok digunakan untuk jenis musik pop, hardrock, punk, jazz, country, latin, dsb. Merk apapun tidak masalah, tetapi pelajari dulu karakter drum yang akan dibeli. Biasanya hal ini dijelaskan dalam katalog/brosur produk. Jika tidak mengerti, mintalah penjelasan pada toko/distributor yang mengeluarkan produk drum itu. Sebaliknya, jika drum digunakan untuk umum, jangan hanya mempertimbangkan harga yang murah, namun carilah drum yang spare part-nya tersedia banyak, sebab drum yang dipakai umum pasti mengalami kerusakan. Jika spare part sulit dicari atau harus menunggu lama tersedianya, maka hal itu bisa menghambat usaha anda. Kami berharap, artikel ini bisa membantu pecinta drum untuk memiliki drum yang tepat sesuai tujuannya. Selamat bermain drum ! (Iwan Sentosa K.)
  • http://sites.google.com/site/vennymusicindonesia/artikel-musik/drum/cara-memilih-drum-yang-tepat-guna

cara memilih gitar yang baik.


(1) BERAPA DANA YANG TERSEDIA?

Ada cerita, seorang murid gitar ingin membeli gitar agak bagusan, namun orang tuanya keberatan. "Ah, cuma gitar gitu aja ngapain mesti mahal-mahal." Jadinya si anak dapat gitar yang harganya ratusan ribu rupiah (padahal mereka sangat mampu membelikan yang lebih bagus). Ironisnya, si anak baru saja dibelikan ponsel seri terbaru. Harganya? Jutaan rupiah. Situasi seperti ini bisa terjadi di sekolah musik mana saja.

Kualitas gitar menjadi penting karena ia akan menjadi penentu kemampuan Anda, baik dari segi teknik ataupun musikalitas. Tentu saja, kita memang mesti sesuaikan dengan kebutuhan maupun kemampuan keuangan kita. Bila kita betul-betul pemula, tentu akan terasa berlebihan bila langsung membeli gitar yang harganya puluhan juta rupiah. Di sisi lain, jangan pula terlalu pelit. Anda tentu tak ingin merusak kepekaan jari, pendengaran, serta musikalitas Anda gara-gara memakai gitar murahan.

Bila Anda sudah berada di tingkat lanjut, apalagi mahir, tentu perlu gitar yang lebih serius. Toko-toko musik di kota-kota besar biasanya menyediakan gitar tipe-tipe menengah ini. Mereknya meliputi Yamaha, Prudencio, Aria, dan sebagainya. Harganya di atas dua juta hingga lima jutaan rupiah.

Satu hal yang pasti, dari segi fisik, gitar-gitar untuk pemula biasanya memakai kayu lapis untuk bahan bodinya. Sedangkan gitar yang lebih bagus menggunakan kayu. Hal ini sangat mempengaruhi kualitas suara. Anda mesti coba dan bandingkan sendiri untuk memahaminya. Gitar kayu pun suaranya akan makin bagus bila makin sering dimainkan. Sedangkan gitar dari kayu lapis suaranya begitu-begitu saja.Yang mana pilihan Anda, tergantung pada kebutuhan dan isi kantong. Anda yang paling tahu.harus di ingat juga olah anda alat musik murah belum tentu tidak berkualitas, jadi harga tidak menjamin kualitas suatu barang.

(2) BAGAIMANA KONDISI FISIKNYA?

Periksa seluruh bagian dan pastikan tidak ada bagian yang kendor atau lepas. Guncang-guncangkan untuk mengetahuinya. Bila tidak ada suara apa-apa, berarti aman. Periksa putaran senar di kepala gitar, berfungsi atau tidak. Lihat juga kondisi permukaan soundboard atau sisi depan dan belakang gitar, apakah ada yang retak atau tergores.

Berikutnya, periksa leher (neck) gitar. Pastikan kondisinya lurus, tidak melengkung. Caranya, angkat pantat gitar hingga ke depan wajah Anda. Usahakan sisi depan gitar sejajar dengan mata Anda. Dari situ, luruskan pandangan Anda ke arah kepala gitar. Bila leher terlihat melengkung, cari gitar yang lain.

(3) SEPERTI APA KUALITAS SUARANYA PADA SAAT DI MAINNKAN?

Beres dengan leher, setem-lah gitar. Anda bisa minta bantuan staf toko untuk menyetemnya. Mainkan semua not pada tiap fret (bilah-bilah logam tipis di permukaan leher gitar), dan di semua semua senar. Pastikan semua menghasilkan nada yang tepat, tidak sumbang, atau samar-samar mengandung nada-nada lain. Semua not ini idealnya menghasilkan volume yang sama saat dipetik dengan kekuatan yang sama. Jangan sampai ada not-not yang lemah volumenya, sementara not di fret sebelahnya lebih kencang. Untuk pemeriksaan yang satu ini idealnya memang dilakukan teman yang mengerti gitar, atau setidaknya mengerti musik, terutama bila Anda benar-benar buta musik.perhatikan suara yang keluar dari sound system bagus atau tidak.

(4) NYAMANKAH JARI-JARI SAYA?

Kondisi gitar bagus, suaranya pun balance semua, nadanya tak ada yang sumbang, lalu apa lagi? Coba mainkan. Jika belum bisa, coba tekan sebuah fret dan bunyikan notnya. Lakukan pada fret-fret lainnya. Apakah Anda harus menekan dengan sangat keras agar bisa menghasilkan nada yang bersih? Ataukah cukup menekan ringan saja?

Semakin berat Anda harus menekan, semakin cepat pula jari-jari kita lelah saat bermain. Tentunya kita lebih suka gitar yang tidak harus ditekan kelewat keras. Selain lebih nyaman, jari-jari juga bisa bergerak lebih lincah. Kenyamanan jari kiri ditentukan oleh action. Tentang action, disarankan untuk memilih gitar yang action-nya tidak terlalu renggang. Sebab, semakin renggang, semakin besar pula tenaga yang diperlukan jari kiri untuk menekan senar. Kendati demikian, pemilihan tingkat action ini terkadang juga tergantung selera gitaris. Karena ada pula yang menyukai action agak tinggi untuk mendapatkan membal senar yang lebih responsif.

(5) Konsultasikan

lakukanlah konsultasi dengan ahli gitar atau juga pada jasa sewa alat musik ( sewa sound system /rental sound system ) seperti studio musik, studio recording, karena jasa - jasa tersebut tentunya telah mengenal suara jenis gitar apapun sehingga mereka tidak dapat di bohongin oleh harga. untuk tips selanjutanya silakan anda mengklik sound sistem. 

6.Warna :
Kamu bisa pilih sesuai dengan selera kamu, yang jelas catnya harus bagus, tidak mudah mengelupas atau terkena gores.

7.Bentuk :
Ada banyak pilihan, tinggal pilih yang sesuai selera kamu juga seperti: Standar, sirip, atau bentuk lainnya.

8. Fret :
Jumlah fret disesuaikan saja, bisa 21, 24 atau ditambah lagi seperti punya brian may, hi..hi tinggal nada tertinggi yang ingin dijangkau saja. Cobalah nada tiap fret dengan memetik gitar, jangan sampai keliru, biasanya ada gitar yang jelek, sehingga ada 2 fret menghasilkan satu nada, atau nadanya sumbang (fals).

9. Senar :
Untuk gitar elektrik senarnya adalah steel string, bukan dari nylon, pilih yang kuat, tidak mudah putus, lentur kalo bisa jangan sampai bikin jari sakit, atau mudah lepas selubung senarnya ( biasanya pada senar E besar/senar no 6 dan senar A/senar no 5 ).

10.Bahan :
Ada beberapa pilihan kayu yang cukup kuat seperti kayu mahoni, jati (teak), biasanya yang berat adalah yang baik, tapi kalau terlalu berat juga gak asyik pada saat kamu menggunakannya diatas panggung. Kalo gak tau, tanyain juga ke pen jual alat musik nya.

11 Neck :
Pilihlah gitar yang neck-nya kuat dan lurus agar tidak mudah patah atau bengkok. Biasanya didalam neck gitar ada plat logam untuk kekuatan necknya.

12 Pickups :
Gunakan pickup yang suaranya keras, jernih, tidak mudah pecah ketika digeber dalam volume maksimal, pengaturan volume dan tone-nya bagus, tidak mudah noise (noise jika diinginkan saja) sehingga merusak nada.

13 Pemutar Senar dan Head :
Untuk pemutar senar gunakan yang tahan karat. Head bisa menghadap ke atas atau kebawah dan juga bisa sama-sama ( 3 senar menghadap atas, 3 senar menghadap bawah, tinggal bentuknya ). Perhatikan posisi senarnya pada head : Carilah posisi untuk senar E tinggi (senar no 1) apakah yang terjauh atau tidak diukur dari bridgenya, carilah yang terdekat saja karena senar E tinggi mudah putus ( tapi biasanya headnya menghadap ke atas ).

14 Saklar :
Pilih yang didepan saja, gampang ngaturnya. Terkadang ada pentolan saklar yang gampang lepas, cari yang kuat. Perpindahan suara, hidup mati (on-off) yang diatur lewat saklarnya juga harus jelas.

15 Jack :
Untuk jack kabel ke ampli lebih asyik kalau di pinggir saja dari pada didepan, karena kalau didepan menghalangi tangan untuk bebas bergerak mengatur handle bridge.

http://forum.vivanews.com/gaya/209917-tips-memilih-dan-membeli-alat-musik-gitar-di-toko-musik.html
http://www.inijalanku.com/tips-cerdas-memilih-atau-membeli-alat-musik-gitar.html

Minggu, 11 Maret 2012

TUGAS KARYA ILMIAH LINGKUNGAN BISNIS

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More